OpiniWahai Para Pria, Jangan Lemah! Belajarlah dari Penderitaan Bung Karno

Wahai Para Pria, Jangan Lemah! Belajarlah dari Penderitaan Bung Karno

Penulis: M. Faizzi Ardhitara

pijarkata.com – Saya mengidolakan sosok Bung Karno (Presiden Soekarno) sejak kelas V sekolah dasar (SD), saat saya belajar mata pelajaran IPS bagian Sejarah Indonesia. Tidak hanya Bung Karno, saya juga kagum dengan kisah heroik Jenderal Sudirman yang hidup dengan satu paru-paru.

Lalu kisah Pangeran Diponegoro yang dikhianati oleh rakyat dan patihnya sendiri. Selain itu masih ada banyak lagi kisah para pahlawan yang mungkin kalau ditulis di sini bakal panjang.

Perjuangan serta penderitaan para pejuang itu bisa kita tiru supaya kita bisa menjadi sosok yang kuat dan lebih baik lagi.

Kalian pasti sudah paham bagaimana peran besar dan keberhasilan Bung Karno dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Tapi mungkin banyak yang belum tahu besarnya pengorbanan dan penderitaan yang harus ditanggungnya.

Alasan saya membahasnya, supaya kita sadar (khususnya kaum pria), jika untuk meraih sesuatu yang besar, perlu pengorbanan yang besar pula.

Bung Karno Pernah Dipenjara 3 Kali

Bung Karno harus dipenjara karena niatnya memerdekakan Indonesia. Tapi, tidak cuma sekali atau dua kali, tapi sampai tiga kali!

Pertama kali dipenjara, tahun 1929,  saat masih berusia 28 tahun. Tentara Belanda dengan 50 pasukannya, menyeret bung Karno di pagi buta saat sedang kampanye PNI di Yogyakarta. Beliau dibawa dengan gerbong kereta tanpa jendela.

Akhirnya Bung Karno dimasukkan ke Penjara Banceuy. Penjara yang terkenal seram karena dipakai untuk menahan perampok, begal, dan maling.

Ia bercerita, “begitu aku masuk (penjara), rambutku dipotong pendek sampai hampir gundul dan aku disuruh memakai seragam tahanan berwarna biru dengan nomor di punggungnya.”

Pada saat di penjara, Bung Karno menulis sendiri nota pembelaannya. Judulnya “Indonesia Menggugat”. Ditulis seadanya, beralaskan kaleng tempat kencing dan buang hajat. Sialnya, pembelaan itu nggak bisa menyelamatkan Bung Karno dari vonis 4 tahun penjara.

Setelah 2 tahun, ia dibebaskan karena banyak tuduhan yang tidak terbukti. Tapi tetap, kalian tidak terbayang kan? Bagaimana rasanya berada di dalam penjara selama 2 tahun dan dengan fasilitas seadanya?

Tidak kapok, Bung Karno terus berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Sampai pada tahun 1933 beliau dipenjara lagi. Kali ini diasingkan, dibuang jauh ke Flores. Karena jauh dari Pulau Jawa, nama beliau hampir dilupakan tokoh perjuangan lainnya.

Keluar dari Flores, bung Karno lagi-lagi tetap maju dengan aktivitas politiknya. Akhirnya, beliau ditangkap kembali di tahun 1938. Kali ini hukumannya cukup lama, hampir 4 tahun. Dibuangnya juga cukup jauh, yaitu di Bengkulu. Baru bebas lagi setelah penjajah Belanda angkat kaki, digantikan Jepang.

Setidaknya Bung Karno menghabiskan waktu lebih dari 7 tahun di penjara. Tidak cuma penjara terseram, tapi juga di tanah pengasingan. Jauh dari keluarga, saudara, dan teman seperjuangan!

Tapi semangatnya tidak pernah padam. Tidak kebayang deh kalau waktu itu Bung Karno baper atau galau. Menyerah di penjara. Bisa-bisa, nggak ada negara Indonesia!

Apa Pelajarannya?

Dari sini, kita bisa ambil pelajaran. Buat jadi seorang legenda, tokoh sekelas Bung Karno saja harus mengalami penderitaan yang nggak sebentar. Direndahkan, dibuang, dan dianggap kriminal.

Pelajaran buat kita, kalau mengalami kegagalan, jangan langsung menyerah! Kalau sekarang masih menderita, jangan putus asa. Coba terus, terus, dan terus. Bangkit walau jatuh berkali-kali, seperti yang dilakukan Bung Karno.

Jangan sampai, baru gagal sekali, langsung baper. Baru ditolak sekali, sudah menyerah. Malu bro, sama arwah para pendiri bangsa!

Sepanjang kita punya tujuan mulia dan konsisten memperjuangkannya, kita pasti akhirnya akan menikmati keberhasilan. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Jangan Lewatkan

PUBLIC SPEAKING FOR KIDS

0

MAGANG PUSTAKAWAN CILIK

0

Post Terakhir

Populer

More article