BeritaKisah Warga Dibalik Cemerlangnya Wisata Desa Merak Belantung

Kisah Warga Dibalik Cemerlangnya Wisata Desa Merak Belantung

pijarkata.com – Wisata Desa Merak Belantung yang dikenal dengan pesona pantainya yang menakjubkan dan alam yang indah ternyata menyimpan kisah pahit di balik popularitasnya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Lampung Selatan. Warga setempat kesulitan mengakses wilayah pantai yang seharusnya menjadi bagian integral dari kehidupan mereka.

Lahan yang sebelumnya menjadi bagian dari lingkungan sehari-hari warga kini dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar, yang pada gilirannya mengontrol akses ke wilayah pantai tersebut. Akibatnya warga tidak lagi dapat leluasa menikmati sumber daya alam dan pantai yang menjadi hak alamiah mereka. Selain itu, manfaat ekonomi dari lonjakan wisatawan juga tidak sepenuhnya dirasakan oleh warga, karena sebagian besar pendapatan cenderung mengalir ke perusahaan atau pemodal besar.

Demikian fakta tersebut dikemukakan oleh warga disela-sela kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Jurusan Ilmu Komunikasi UNILA yang berjudul “Optimalisasi Pemanfaatan Media Sosial untuk Destination Branding Pantai Tapak Kera di Desa Merak Belantung”, Selasa (8/8).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 40 orang warga desa dari kelompok sadar wisata (pokdarwis), nelayan, pelaku UMKM, karang taruna, pemuda, dan lainnya ini merupakan salah satu dukungan dan upaya untuk pengembangan potensi wisata Pantai Tapak Kera sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan.

Menurut Wulan Suciska, ketua rombongan Tim PKM, ia dan tim yang terdiri dari Nanang Trenggono, Anna Gustina, Feri Firdaus, Vito Prasetya, dan Prayoga Ardhi Pratama hadir untuk membantu masyarakat dalam mengoptimalisasikan pemanfaatan media sosial sebagai salah satu cara efektif dalam membentuk destination branding pantai Tapak Kera.

“Awalnya yang menjadi objek adalah Pantai Tapak Kera, tapi dengan adanya fakta bahwa warga tidak bisa mengakses pantai tersebut, maka objek wisata yang akan di-branding kita ganti menjadi Muara Helau yang memang dikelola oleh Desa Merak Belantung,” jelas Wulan yang juga Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Unila.

Meskipun Muara Helau masih belum tergarap secara maksimal, menurutnya dengan kekompakan warga, kolaborasi, dan kreatifitas memanfaatkan media sosial, maka akan tercipta branding yang kuat bagi Muara Helau sebagai sungai air payau yang bersih dan indah dengan beragam fasilitas kekinian yang bisa menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Kepala Desa Merak Belantung, Joni Arizon, menyambut baik atas dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan harapan kepada peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bersama-sama mengembangkan wisata di Desa Merak Belantung.

“Kawasan Merak Belantung ini sudah ditetapkan sebagai salah destinasi wisata unggulan Provinsi Lampung, oleh karenanya kami harap bapak ibu dari Unila bisa terus membantu mengadvokasi permasalahan-permasalahan warga khususnya terkait keleluasaan akses ke pantai serta tak adanya dampak ekonomi dari lonjakan kunjungan wisatawan ke daerah kami ini,” ungkap Joni.

Selama sesi pelatihan, peserta diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya marketing communication dalam mempromosikan destinasi wisata secara efektif. Selain itu, aspek branding juga menjadi fokus utama, di mana peserta diajarkan bagaimana membangun identitas yang kuat dan konsisten bagi destinasi wisata mereka.

Usai diskusi dan tanya jawab dengan narasumber, warga melakukan praktek dan simulasi pembuatan konten dibeberapa platform media sosial Instagram dan juga Tiktok dengan didampingi fasilitator dari mahasiswa komunikasi UNILA. Selanjutnya, konten video yang dibuat oleh warga kemudian dipublikasikan dan dievaluasi oleh narasumber dan peserta yang lain.

Sebelum acara ditutup, Wulan Suciska mengungkapkan ke depan ia dan tim akan coba berkomunikasi dengan rekan-rekan di Unila lainnya khususnya dari Fakultas Hukum untuk mengadvokasi kepentingan warga Desa Merak Belantung agar dapat mendapatkan manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan ke daerahnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Jangan Lewatkan

PUBLIC SPEAKING FOR KIDS

0

MAGANG PUSTAKAWAN CILIK

0

Post Terakhir

Populer

More article