BeritaMimpi Jalan Segera Diperbaiki

Mimpi Jalan Segera Diperbaiki

Pijarkata.com – Februari 2017. Sekelompok anak muda yang tinggal di wilayah Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Lampung Selatan membuat heboh. Kreatifitas mereka menggugah nalar. Betapa tidak, saat yang lain hanya bersumpah serapah, ngedumel, atau bahkan hanya meluapkan emosi di warung-warung kopi, mereka memilih membuat lagu. Judulnya “Jalanku Hancur”. Liriknya kritik satir tentang jalan rusak di wilayah mereka. Tak hanya lagu, mereka juga membuat video klip yang satir pula. Lucu, tapi kena sekali.

Video mereka ditonton ratusan ribu orang (mungkin jutaan). Tak hanya satu, mereka membuat dua, tiga, hingga beberapa video yang isinya mengeluhkan jalan rusak itu. Sebuah konsistensi. Aku lalu mengundang dua pentolannya ke studio Kompas TV Lampung untuk talkshow. Mas Yona dan Nanda namanya. Obrolannya seru. Aku kagum pada mereka. Selain berkesenian, mereka juga sangat peduli dengan daerahnya. Kritiknya cerdas dan inspiratif. Tak berapa lama kemudian, jalan di daerah itu diperbaiki.

Noted: di postingan FB mas Yona baru-baru ini, doi juga kembali mengingatkan pemerintah jika jalanan di wilayah itu mulai rusak di beberapa bagian. Ia meminta pemerintah segera turun tangan untuk memperbaikinya. Apalagi menjelang lebaran tahun ini.

***
Masih di bulan dan tahun yang sama, sepasang suami istri di wilayah Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, menggagas ide cemerlang. Bersama sejumlah remaja di kampungnya, mereka mengenalkan wisata baru, yang mereka namakan “Jeglongan Sewu”.

Eitss, tunggu dulu. Ini bukan tempat wisata untuk tempat rekreasi bersama keluarga ya. Nama itu digagas sebagai bentuk kritik (kalau boleh dibilang sindiran) untuk kondisi jalan di wilayah mereka, yang, sangking banyaknya lubang, kalau dihitung-hitung mungkin jumlahnya ribuan. Jeglongan dalam bahasa Indonesia diartikan jalan berlubang, dan Sewu artinya seribu. Metafora yang cerdas bukan?. Hiperbolik namun elegan.

Aku pun datang kesana dan meliputnya. Aku disambut dengan semangat oleh mereka. Jujur, aku lagi-lagi kagum dengan kesungguhan mereka dalam menyampaikan aspirasinya. Tak ada niat menjelek-jelekkan. Mereka hanya ingin jalan yang rusak bertahun-tahun itu segera diperbaiki.

Menurut salah satu inisiatornya, Mbak Qori, setelah unggahan foto-foto ‘Jeglongan Sewu’ viral, ia sempat dipanggil sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah. Tak lama setelah itu, jalan rusak diperbaiki. Walau terakhir aku lewat sana lagi, sebagian jalannya mulai rusak kembali.

***

Pada bulan yang sama di tahun 2021, seorang perempuan menghebohkan jagat maya. Ummu Hani namanya. Setelah foto-fotonya viral, bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, bahkan langsung turun ke lokasi.

Media-media memuat liputan tentang perempuan itu. Unik memang. Hani memilih cara ‘tak biasa’ untuk mengkritik jalan rusak di wilayah Kecamatan Tanjung Bintang itu. Bayangkan saja, bak model, ia berpose ria di jalan berkubang lumpur. Sungguh pilihan satir yang teramat cerdas.

Tak lama, jalan rusak itu diperbaiki. Tapi, perbaikan jalan tak berlangsung mulus saja. Saat kuwawancara dalam podcast-ku, Hani blak-blakan menceritakan kisah setelah viral itu. Sungguh mencengangkan memang. Hani sampai berurai air mata saat mengisahkannya. Sayang, video rekaman podcast itu masih belum bisa dipublikasikan karena ada kendala teknis.

***

Ketiga kisah heroik itu hanya sebagian kecil dari perjuangan-perjuangan masyarakat menuntut perbaikan jalan di wilayah mereka. Di media massa kita juga banyak menemui bentuk kritik lain atas jalan rusak menahun yang tak kunjung diperbaiki. Ada yang menanam padi atau pohon pisang di jalan berlumpur atau mancing ikan di jalan berkubang.

Tinggal kita tunggu saja janji pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jalan-jalan rusak yang ada di Lampung. Seperti salah satu yang masih hangat diperbincangkan, adalah kerusakan ruas jalan Kota Gajah-Rumbia, Lampung Tengah. Dalam sebuah unggahan di medsosnya, Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia atau biasa disapa Mbak Nunik mengklaim, Pemerintah Provinsi Lampung sudah menganggarkan Rp100 miliar untuk perbaikan ruas jalan itu (Kota Gajah-Rumbia). Let we see ya.

***

Oh iya, soal Bima. Mengutip Socrates, sang filsuf itu percaya bahwa manusia ada untuk suatu tujuan, dan bahwa salah dan benar memainkan peranan yang penting dalam mendefinisikan hubungan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya. Tabik.[Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Jangan Lewatkan

PUBLIC SPEAKING FOR KIDS

0

MAGANG PUSTAKAWAN CILIK

0

Post Terakhir

Populer

More article